Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Wanita Lemah

Aku benci diriku yang menjelma jadi wanita lemah Aku benci diriku yang ini-itu tak bisa sendiri Yang selalu dihantui perasaan ingin ditemani Aku benci diriku yang ingin selalu dimanja Diperlakukan istimewa bak putri raja Yang dipenuhi setiap kemauannya Aku benci diriku yang ingin selalu diperhatikan Ditanyakan dalam setiap keadaan maupun keberadaan Aku benci diriku yang ingin selalu dipedulikan Diberikan perhatian dan kenyamanan Aku benci diriku yang ingin selalu jadi nomor satu Yang egois tanpa mau tahu apa saja hakku Aku benci diriku yang selemah ini Yang tak bisa berdiri tanpa ditemani Apakah semua ini fitrah seorang wanita? Atau hanya aku saja yang menjadi wanita selemah ini? Ingin kusingkirkan semua kelemahan, tapi apadaya tak bisa kulakukan Ingin ku tampar pipi ini, sambil berteriak "SADAR!"

Kata tak Bermakna

Kau sering memanggilku dengan sebutan "calon istri" Kau bilang, harapmu semoga hubungan ini akan sampai ke pelaminan nanti Aku hanya tersenyum, seraya mengamini Belum setahun kita berjalan Kau goyah - hilang pendirian Kau bilang butuh waktu untuk menyendiri - menenangkan pikiran dan hati Aku pun menyembunyikan diri, mempersilakan kau lakukan yang kau ingini Namun apa yang terjadi? Kau menenangkan pikiran dan hati pada sosok yang benar-benar tak kuingini Kau pergi ke wanita di masa lalumu, tanpa peduli di sini kau tinggalkanku sendiri Yang masih berpegang teguh pada harap pendirianmu akan kembali Yang masih percaya kau bisa yakinkan lagi hati Yang masih berpikir kau takkan mungkin pergi Tapi nyatanya, kau dengan lugas meninggalkanku bersama harapan-harapan ini Bersama semua kenangan yang harus kupeluk sendiri Bersama sakit yang teramat pada hati ini Kuanggap sebutan "calon istri" itu dari hati, Nyatanya hanya canda untuk mengusir sepi Kuanggap h...

Luka

Kau berjanji akan menyembuhkan luka, kuharap itu semua nyata Tapi yang terjadi, kau hanya membiarkan luka ini menganga Bahkan kau buat lebih dalam lagi dengan tingkahmu yang tak dapat kumengerti Mungkin ini salahku, terlalu berharap kau akan setia di sini - mengobati luka yang telah kau beri Salahku tak berpikir, bahwa duri yang menancap di jari harus dikeluarkan agar tak terasa sakit yang berkepanjangan - bukan dibiarkan dan berharap duri itu akan menyembuhkan Salahku tak memakai logika, bahwa aku harus menyingkirkan ranjau agar tak terluka - bukan menunggunya tertutup oleh tanah Aku harus berdiri sendiri Bangkit dari rasa sedih Pelan-pelan mengobati hati Berharap tak membekas dan takkan tergores lagi

Permintaan

Teruntuk kamu, perempuan yang ingin kupinta kekasihnya... Ketahuilah, aku sudah mencintanya bahkan sebelum aku tahu namanya. Ketahuilah, aku sudah menetapkan hati padanya bahkan sebelum kutahu kau adalah miliknya. Apa aku salah dengan rasa cinta ini? Kurasa tidak, karena dia pun tak jelas sampai kapan akan kau miliki. Aku tak pernah tahu, kau telah bersanding dengannya cukup lama Yang kutahu hanyalah, aku jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama. Dia yang memang milikmu, jelas tak bisa menjelma jadi milikku. Tapi itu hanya untuk saat ini, esok dan nanti tak ada yang tahu siapa yang akan dia jadikan istri. Kuingin meminta padamu untuk melapangkan hati, menerima permintaanku pada awal tulisan ini...

Cinta x Benci

Sayang, bantu aku membuat keputusan yang pasti Hatiku ingin menetap, tapi tangisku sudah tak tahan lagi Sayang, bantu aku meneguhkan hati Hatiku diisi dua kubu - cinta dan benci Sayang, sejujurnya hatiku ingin kembali Kembali ke hari-hari menyenangkan, dimana kebahagiaan selalu datang tanpa sungkan Aku tak ingin semua ini berakhir dengan kesedihan dan penyesalan Tapi sayang, pikirku terlalu pedih untuk kembali Karena sekarang kau t'lah dapati perempuan yang kau cari Bahkan kau pun sudah beranjak pergi dengan rasa senang hati Sayang, andai kau tahu apa yang terjadi pada diri ini Aku memendam semua rasa sakit ini sendiri Kuyakin kau tak'kan tahan, walau hanya sehari Aku tak berhak marah saat kau ingin menyerah Apalah dayaku yang sudah kau anggap sampah Aku tak berhak sedih saat kau beranjak pergi Apalah dayaku yang tak pernah berarti Ingin kucaci-maki perempuan yang sekarang kau pacari Tapi apa hakku memarahi orang yang kau anggap permaisuri(?) Ingin kur...

Egoku dalam Mencintaimu

Teruntuk laki-laki yang kucinta saat ini, izinkan aku untuk jadi egois atas dirimu. Aku ingin jadi satu-satunya kekasih. Tanpa kecuali. Tanpa ada wanita lain lagi. Aku ingin jadi satu-satunya yang kau damba. Tanpa lelah. Tanpa keluh kesah. Aku ingin jadi satu-satunya yang kau cinta. Tanpa dusta. Tanpa ada orang ketiga. Aku ingin jadi satu-satunya yang kau sayang. Tanpa kurang. Tanpa bimbang. Aku ingin jadi satu-satunya yang kau manja. Tanpa harus kupinta. Tanpa harus banyak drama. Aku ingin jadi satu-satunya yang kau sebut rumah. Tanpa gelisah. Tanpa amarah. Aku ingin jadi satu-satunya yang kau percaya. Tanpa kata-kata dusta. Tanpa omong kosong belaka. Percayalah sayang, jika semua ini kau lakukan, tanpa perlu kau minta pun jelas aku 'kan lakukan hal yang serupa jua.

Saat Kau Pergi...

Disaat kau sudah jauh pergi... Aku di sini masih menyiapkan hati Mewanti-wanti untuk lekas ikhlas atas semua yang terjadi Disaat kau sudah jauh pergi... Aku di sini masih berusaha menyadarkan diri Bahwa kisah pilu ini nyata terjadi Bukan sekadar mimpi buruk yang menghampiri Disaat kau sudah jauh pergi... Aku di sini masih belum bisa menikmati hari Malamku pun dipenuhi lamunan dan lirih hati Disaat kau tinggalkan aku sendirian... Pagiku selalu menyesakkan Harus menerima cambukan bahwa sekarang aku tak punya sandaran dan impian Disaat kau tinggalkan aku sendirian... Aku serasa hilang harapan Yang selama ini kupercaya malah tega meninggalkan Tanpa mengucap sepatah kata perpisahan Mengapa kau bisa dengan begitu cekatan meninggalkan? Mengapa langkahmu tak pernah kau siratkan? Apa kau suka memberi kejutan sebuah perpisahan? Jelaskan, sekali saja jelaskan... Aku benar-benar merasa kehilangan... Tapi apa yang membuatmu yakin 'kan dapatkan kebahagiaan? Disaat ak...

Inikah Karma?

Inikah yang dinamakan karma? Dulu aku jatuh cinta padamu yang berstatus miliknya Kini kau sebagai milikku, jatuh hati padanya Inikah yang dinamakan karma? Dulu aku hadir saat kau bersamanya Kini saat kau bersamaku, dia berdiri diantara kita Inikah yang dinamakan karma? Dulu kau sembunyi-sembunyi darinya untuk menghubungiku Kini kau bermain dengannya di belakangku Inikah yang dinamakan karma? Dulu kau membohonginya agar aku bahagia Kini kau curangi aku agar dia gembira Inikah yang dinamakan karma? Dulu kau rela melepasnya demi bersanding denganku Kini demi cintanya, kau dengan lugas membuangku Inikah yang dinamakan karma? Dulu posisiku yang kedua, kemudian kau jadikan aku satu-satunya Kini kukira aku benar satu-satunya, nyatanya kau mendua dengannya Inikah yang dinamakan karma? Dulu ketika kau memeluknya, kau genggam tanganku jua Kini ketika kau memelukku, kau tak lupa mencium keningnya pula Inikah yang dinamakan karma? Semua dosa yang kuperbuat antara kau d...

Manipulasi Cinta

Kukira kau setia, Nyatanya kau libatkan dia dalam hubungan kita. Kukira hatimu seutuhnya untukku saja, Nyatanya kau pukul rata, kau bagikan padanya juga. Sayang, dalam kisah cinta bahagia mestinya hanya ada kau dan aku, tanpa dia. Tak ada kisah cinta abadi yang diisi orang ketiga. Tak ada kisah Romeo dan Julliet yang melibatkan Juleha. Cinta segitiga hanya pantas untuk di layar kaca, Bukan kita perankan di dunia nyata. Dalam kisah cinta aku tahu takkan selamanya kita bahagia, Akan ada saja luka dalam perjalanan cinta. Tapi, luka yang bisa kuterima hanyalah luka yang kita cipta. Luka karena egoku, keras kepalamu, dan sikap kita. Bukan luka dari dia yang juga kau cinta. Sayang, katakan padaku yang sebenarnya... Sejak kapan kau hadirkan dia? Sejak kapan kau mulai mendua? Mengapa aku tak pernah menyadarinya? Sepandai itukah kau memanipulasi cinta? Sayang, jelaskan padaku yang semestinya... Harus bagaimana aku menyikapi kehadirannya? Harus bagaimana aku menanggap...