Langsung ke konten utama

Inikah Karma?

Inikah yang dinamakan karma?
Dulu aku jatuh cinta padamu yang berstatus miliknya
Kini kau sebagai milikku, jatuh hati padanya

Inikah yang dinamakan karma?
Dulu aku hadir saat kau bersamanya
Kini saat kau bersamaku, dia berdiri diantara kita

Inikah yang dinamakan karma?
Dulu kau sembunyi-sembunyi darinya untuk menghubungiku
Kini kau bermain dengannya di belakangku

Inikah yang dinamakan karma?
Dulu kau membohonginya agar aku bahagia
Kini kau curangi aku agar dia gembira

Inikah yang dinamakan karma?
Dulu kau rela melepasnya demi bersanding denganku
Kini demi cintanya, kau dengan lugas membuangku

Inikah yang dinamakan karma?
Dulu posisiku yang kedua, kemudian kau jadikan aku satu-satunya
Kini kukira aku benar satu-satunya, nyatanya kau mendua dengannya

Inikah yang dinamakan karma?
Dulu ketika kau memeluknya, kau genggam tanganku jua
Kini ketika kau memelukku, kau tak lupa mencium keningnya pula

Inikah yang dinamakan karma?
Semua dosa yang kuperbuat antara kau dan dia
Sekarang jadi bagian kisah hidupku yang bernama derita

Iya, kuyakin dengan pasti ini yang namanya karma
Pepatah pun berkata, "apa yang kau tanam, itulah yang kau tuai."

Tak adakah cara untuk menebus dosa dan menepis derita dari sebuah karma?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saat Kau Pergi...

Disaat kau sudah jauh pergi... Aku di sini masih menyiapkan hati Mewanti-wanti untuk lekas ikhlas atas semua yang terjadi Disaat kau sudah jauh pergi... Aku di sini masih berusaha menyadarkan diri Bahwa kisah pilu ini nyata terjadi Bukan sekadar mimpi buruk yang menghampiri Disaat kau sudah jauh pergi... Aku di sini masih belum bisa menikmati hari Malamku pun dipenuhi lamunan dan lirih hati Disaat kau tinggalkan aku sendirian... Pagiku selalu menyesakkan Harus menerima cambukan bahwa sekarang aku tak punya sandaran dan impian Disaat kau tinggalkan aku sendirian... Aku serasa hilang harapan Yang selama ini kupercaya malah tega meninggalkan Tanpa mengucap sepatah kata perpisahan Mengapa kau bisa dengan begitu cekatan meninggalkan? Mengapa langkahmu tak pernah kau siratkan? Apa kau suka memberi kejutan sebuah perpisahan? Jelaskan, sekali saja jelaskan... Aku benar-benar merasa kehilangan... Tapi apa yang membuatmu yakin 'kan dapatkan kebahagiaan? Disaat ak...

Manipulasi Cinta

Kukira kau setia, Nyatanya kau libatkan dia dalam hubungan kita. Kukira hatimu seutuhnya untukku saja, Nyatanya kau pukul rata, kau bagikan padanya juga. Sayang, dalam kisah cinta bahagia mestinya hanya ada kau dan aku, tanpa dia. Tak ada kisah cinta abadi yang diisi orang ketiga. Tak ada kisah Romeo dan Julliet yang melibatkan Juleha. Cinta segitiga hanya pantas untuk di layar kaca, Bukan kita perankan di dunia nyata. Dalam kisah cinta aku tahu takkan selamanya kita bahagia, Akan ada saja luka dalam perjalanan cinta. Tapi, luka yang bisa kuterima hanyalah luka yang kita cipta. Luka karena egoku, keras kepalamu, dan sikap kita. Bukan luka dari dia yang juga kau cinta. Sayang, katakan padaku yang sebenarnya... Sejak kapan kau hadirkan dia? Sejak kapan kau mulai mendua? Mengapa aku tak pernah menyadarinya? Sepandai itukah kau memanipulasi cinta? Sayang, jelaskan padaku yang semestinya... Harus bagaimana aku menyikapi kehadirannya? Harus bagaimana aku menanggap...

Kata tak Bermakna

Kau sering memanggilku dengan sebutan "calon istri" Kau bilang, harapmu semoga hubungan ini akan sampai ke pelaminan nanti Aku hanya tersenyum, seraya mengamini Belum setahun kita berjalan Kau goyah - hilang pendirian Kau bilang butuh waktu untuk menyendiri - menenangkan pikiran dan hati Aku pun menyembunyikan diri, mempersilakan kau lakukan yang kau ingini Namun apa yang terjadi? Kau menenangkan pikiran dan hati pada sosok yang benar-benar tak kuingini Kau pergi ke wanita di masa lalumu, tanpa peduli di sini kau tinggalkanku sendiri Yang masih berpegang teguh pada harap pendirianmu akan kembali Yang masih percaya kau bisa yakinkan lagi hati Yang masih berpikir kau takkan mungkin pergi Tapi nyatanya, kau dengan lugas meninggalkanku bersama harapan-harapan ini Bersama semua kenangan yang harus kupeluk sendiri Bersama sakit yang teramat pada hati ini Kuanggap sebutan "calon istri" itu dari hati, Nyatanya hanya canda untuk mengusir sepi Kuanggap h...