Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Kata tak Bermakna

Kau sering memanggilku dengan sebutan "calon istri" Kau bilang, harapmu semoga hubungan ini akan sampai ke pelaminan nanti Aku hanya tersenyum, seraya mengamini Belum setahun kita berjalan Kau goyah - hilang pendirian Kau bilang butuh waktu untuk menyendiri - menenangkan pikiran dan hati Aku pun menyembunyikan diri, mempersilakan kau lakukan yang kau ingini Namun apa yang terjadi? Kau menenangkan pikiran dan hati pada sosok yang benar-benar tak kuingini Kau pergi ke wanita di masa lalumu, tanpa peduli di sini kau tinggalkanku sendiri Yang masih berpegang teguh pada harap pendirianmu akan kembali Yang masih percaya kau bisa yakinkan lagi hati Yang masih berpikir kau takkan mungkin pergi Tapi nyatanya, kau dengan lugas meninggalkanku bersama harapan-harapan ini Bersama semua kenangan yang harus kupeluk sendiri Bersama sakit yang teramat pada hati ini Kuanggap sebutan "calon istri" itu dari hati, Nyatanya hanya canda untuk mengusir sepi Kuanggap h...

Luka

Kau berjanji akan menyembuhkan luka, kuharap itu semua nyata Tapi yang terjadi, kau hanya membiarkan luka ini menganga Bahkan kau buat lebih dalam lagi dengan tingkahmu yang tak dapat kumengerti Mungkin ini salahku, terlalu berharap kau akan setia di sini - mengobati luka yang telah kau beri Salahku tak berpikir, bahwa duri yang menancap di jari harus dikeluarkan agar tak terasa sakit yang berkepanjangan - bukan dibiarkan dan berharap duri itu akan menyembuhkan Salahku tak memakai logika, bahwa aku harus menyingkirkan ranjau agar tak terluka - bukan menunggunya tertutup oleh tanah Aku harus berdiri sendiri Bangkit dari rasa sedih Pelan-pelan mengobati hati Berharap tak membekas dan takkan tergores lagi