Langsung ke konten utama

Kata tak Bermakna

Kau sering memanggilku dengan sebutan "calon istri"
Kau bilang, harapmu semoga hubungan ini akan sampai ke pelaminan nanti
Aku hanya tersenyum, seraya mengamini

Belum setahun kita berjalan
Kau goyah - hilang pendirian

Kau bilang butuh waktu untuk menyendiri - menenangkan pikiran dan hati
Aku pun menyembunyikan diri, mempersilakan kau lakukan yang kau ingini
Namun apa yang terjadi?
Kau menenangkan pikiran dan hati pada sosok yang benar-benar tak kuingini
Kau pergi ke wanita di masa lalumu, tanpa peduli di sini kau tinggalkanku sendiri
Yang masih berpegang teguh pada harap pendirianmu akan kembali
Yang masih percaya kau bisa yakinkan lagi hati
Yang masih berpikir kau takkan mungkin pergi

Tapi nyatanya, kau dengan lugas meninggalkanku bersama harapan-harapan ini
Bersama semua kenangan yang harus kupeluk sendiri
Bersama sakit yang teramat pada hati ini

Kuanggap sebutan "calon istri" itu dari hati,
Nyatanya hanya canda untuk mengusir sepi
Kuanggap hubungan sampai "pelaminan" itu keseriusan,
Nyatanya hanya sebuah gombalan dari lelaki yang pandai mempermainkan

Baru kali ini kualami hal memilukan seperti ini
Percayalah, yang kau lakukan ini tiada yang bisa menandingi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saat Kau Pergi...

Disaat kau sudah jauh pergi... Aku di sini masih menyiapkan hati Mewanti-wanti untuk lekas ikhlas atas semua yang terjadi Disaat kau sudah jauh pergi... Aku di sini masih berusaha menyadarkan diri Bahwa kisah pilu ini nyata terjadi Bukan sekadar mimpi buruk yang menghampiri Disaat kau sudah jauh pergi... Aku di sini masih belum bisa menikmati hari Malamku pun dipenuhi lamunan dan lirih hati Disaat kau tinggalkan aku sendirian... Pagiku selalu menyesakkan Harus menerima cambukan bahwa sekarang aku tak punya sandaran dan impian Disaat kau tinggalkan aku sendirian... Aku serasa hilang harapan Yang selama ini kupercaya malah tega meninggalkan Tanpa mengucap sepatah kata perpisahan Mengapa kau bisa dengan begitu cekatan meninggalkan? Mengapa langkahmu tak pernah kau siratkan? Apa kau suka memberi kejutan sebuah perpisahan? Jelaskan, sekali saja jelaskan... Aku benar-benar merasa kehilangan... Tapi apa yang membuatmu yakin 'kan dapatkan kebahagiaan? Disaat ak...

Manipulasi Cinta

Kukira kau setia, Nyatanya kau libatkan dia dalam hubungan kita. Kukira hatimu seutuhnya untukku saja, Nyatanya kau pukul rata, kau bagikan padanya juga. Sayang, dalam kisah cinta bahagia mestinya hanya ada kau dan aku, tanpa dia. Tak ada kisah cinta abadi yang diisi orang ketiga. Tak ada kisah Romeo dan Julliet yang melibatkan Juleha. Cinta segitiga hanya pantas untuk di layar kaca, Bukan kita perankan di dunia nyata. Dalam kisah cinta aku tahu takkan selamanya kita bahagia, Akan ada saja luka dalam perjalanan cinta. Tapi, luka yang bisa kuterima hanyalah luka yang kita cipta. Luka karena egoku, keras kepalamu, dan sikap kita. Bukan luka dari dia yang juga kau cinta. Sayang, katakan padaku yang sebenarnya... Sejak kapan kau hadirkan dia? Sejak kapan kau mulai mendua? Mengapa aku tak pernah menyadarinya? Sepandai itukah kau memanipulasi cinta? Sayang, jelaskan padaku yang semestinya... Harus bagaimana aku menyikapi kehadirannya? Harus bagaimana aku menanggap...