Aku benci diriku yang menjelma jadi wanita lemah Aku benci diriku yang ini-itu tak bisa sendiri Yang selalu dihantui perasaan ingin ditemani Aku benci diriku yang ingin selalu dimanja Diperlakukan istimewa bak putri raja Yang dipenuhi setiap kemauannya Aku benci diriku yang ingin selalu diperhatikan Ditanyakan dalam setiap keadaan maupun keberadaan Aku benci diriku yang ingin selalu dipedulikan Diberikan perhatian dan kenyamanan Aku benci diriku yang ingin selalu jadi nomor satu Yang egois tanpa mau tahu apa saja hakku Aku benci diriku yang selemah ini Yang tak bisa berdiri tanpa ditemani Apakah semua ini fitrah seorang wanita? Atau hanya aku saja yang menjadi wanita selemah ini? Ingin kusingkirkan semua kelemahan, tapi apadaya tak bisa kulakukan Ingin ku tampar pipi ini, sambil berteriak "SADAR!"
Kau sering memanggilku dengan sebutan "calon istri" Kau bilang, harapmu semoga hubungan ini akan sampai ke pelaminan nanti Aku hanya tersenyum, seraya mengamini Belum setahun kita berjalan Kau goyah - hilang pendirian Kau bilang butuh waktu untuk menyendiri - menenangkan pikiran dan hati Aku pun menyembunyikan diri, mempersilakan kau lakukan yang kau ingini Namun apa yang terjadi? Kau menenangkan pikiran dan hati pada sosok yang benar-benar tak kuingini Kau pergi ke wanita di masa lalumu, tanpa peduli di sini kau tinggalkanku sendiri Yang masih berpegang teguh pada harap pendirianmu akan kembali Yang masih percaya kau bisa yakinkan lagi hati Yang masih berpikir kau takkan mungkin pergi Tapi nyatanya, kau dengan lugas meninggalkanku bersama harapan-harapan ini Bersama semua kenangan yang harus kupeluk sendiri Bersama sakit yang teramat pada hati ini Kuanggap sebutan "calon istri" itu dari hati, Nyatanya hanya canda untuk mengusir sepi Kuanggap h...