Kukira kau setia,
Nyatanya kau libatkan dia dalam hubungan kita.
Kukira hatimu seutuhnya untukku saja,
Nyatanya kau pukul rata, kau bagikan padanya juga.
Sayang, dalam kisah cinta bahagia
mestinya hanya ada kau dan aku, tanpa dia.
Tak ada kisah cinta abadi yang diisi orang ketiga.
Tak ada kisah Romeo dan Julliet yang melibatkan Juleha.
Cinta segitiga hanya pantas untuk di layar kaca,
Bukan kita perankan di dunia nyata.
Dalam kisah cinta aku tahu takkan selamanya kita bahagia,
Akan ada saja luka dalam perjalanan cinta.
Tapi, luka yang bisa kuterima hanyalah luka yang kita cipta.
Luka karena egoku, keras kepalamu, dan sikap kita.
Bukan luka dari dia yang juga kau cinta.
Sayang, katakan padaku yang sebenarnya...
Sejak kapan kau hadirkan dia?
Sejak kapan kau mulai mendua?
Mengapa aku tak pernah menyadarinya?
Sepandai itukah kau memanipulasi cinta?
Sayang, jelaskan padaku yang semestinya...
Harus bagaimana aku menyikapi kehadirannya?
Harus bagaimana aku menanggapi cintanya?
Apa aku harus berteman dengannya agar kau bahagia?
Sayang, aku dan dia sama-sama wanita,
Kami membutuhkan kepastian dari seorang pria.
Sekarang kau mau bagaimana?
Aku ingin jadi satu-satunya,
Tapi mengapa kau senang mendua.
Bahkan sampai saat ini aku masih tak percaya,
Kau bisa lakukan semua ini dengan begitu tega.
Tanpa pernah sedikitpun kau pikir hatiku 'kan terluka.
Tanpa pernah sedikitpun kau pikir cintaku 'kan sirna jua.
Nyatanya kau libatkan dia dalam hubungan kita.
Kukira hatimu seutuhnya untukku saja,
Nyatanya kau pukul rata, kau bagikan padanya juga.
Sayang, dalam kisah cinta bahagia
mestinya hanya ada kau dan aku, tanpa dia.
Tak ada kisah cinta abadi yang diisi orang ketiga.
Tak ada kisah Romeo dan Julliet yang melibatkan Juleha.
Cinta segitiga hanya pantas untuk di layar kaca,
Bukan kita perankan di dunia nyata.
Dalam kisah cinta aku tahu takkan selamanya kita bahagia,
Akan ada saja luka dalam perjalanan cinta.
Tapi, luka yang bisa kuterima hanyalah luka yang kita cipta.
Luka karena egoku, keras kepalamu, dan sikap kita.
Bukan luka dari dia yang juga kau cinta.
Sayang, katakan padaku yang sebenarnya...
Sejak kapan kau hadirkan dia?
Sejak kapan kau mulai mendua?
Mengapa aku tak pernah menyadarinya?
Sepandai itukah kau memanipulasi cinta?
Sayang, jelaskan padaku yang semestinya...
Harus bagaimana aku menyikapi kehadirannya?
Harus bagaimana aku menanggapi cintanya?
Apa aku harus berteman dengannya agar kau bahagia?
Sayang, aku dan dia sama-sama wanita,
Kami membutuhkan kepastian dari seorang pria.
Sekarang kau mau bagaimana?
Aku ingin jadi satu-satunya,
Tapi mengapa kau senang mendua.
Bahkan sampai saat ini aku masih tak percaya,
Kau bisa lakukan semua ini dengan begitu tega.
Tanpa pernah sedikitpun kau pikir hatiku 'kan terluka.
Tanpa pernah sedikitpun kau pikir cintaku 'kan sirna jua.
Mantap. Semangat menulis! ❤
BalasHapusMakasiihh banyak ka naw ❤😂🙏🏻
Hapus